Malam adalah sebuah fenomena alam, salah satu bukti nyata atas keberadaan Tuhan yang mampu mengatur alam semesta dan seisinya, karena malam mengandung seribu bahkan sejuta misteri. Malam hari diawali dengan terbenamnya matahari dan diakhiri dengan terbitnya fajar,
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Thursday, January 10, 2013
Friday, July 1, 2011
Think before you do
Kacau memang kalau segala sesuatu tanpa dipikir dan dipersiapkan secara matang, karena pada dasarnya sudah manjadi fitrah manusia untuk selalu berbolak balik maka dari sifat tersebut hati manusia dalam bahasa arab disebut al-qalbu yang berasal dari kata qalaba yaqlibu atau qallaba yuqallibu yang berarti membalik atau berbolak balik. Maka dengan demikian sebagai langkah prefentif supaya segala sesuatu yang telah kita rencana tidak berantakan alias meleset, gunakanlah jurus berfikir dan menuangkan fikiran dan planing tersebut dalam sebuah catatan kecil yang senantiasa anda bawa kemana-mana.
Tuesday, June 1, 2010
Dimanakah Kesibukanmu
Kesibukan memang tidak pernah ada habisnya, setiap selesai satu kesibukan pasti akan ada kesibukan yang lain, begitulah lika liku kehidupan. Kalau tidak ada kesibukan justru akan berakibatkan hal-hal yang negatif. Setiap air yang menggenang pasti akan mudah dikotori, begitulah filsafatnya, bahwa setiap kekosongan dan pengangguran pasti akan mudah terjangkit sesuatu yang negatif. Banyak korban pengangguran dan kekosongan yang akhirnya hanya hal-hal criminal yang muncul dalam benak pikirannya.
“Innasyabaaba wa al faraagha mafsadatun” sesungguhnya setiap jiwa muda dan kekosongan akan mengakibatkan kerusakan. Kenapa mesti jiwa muda yang mendatangkan kerusakan? Dan kenapa harus kekosongan? Bukannya orang tua sekalipun juga banyak menyebabkan kerusakan?
Ya, memang benar kerusakan bisa diakibatkan oleh siapa saja, tanpa pandang bulu, baik tau maupun muda, besar ataupun kecil, tapi memang kerusakan banyak diperbuat oleh jiwa-jiwa muda nan kosong. Apa makhsud kosong disini, kosong dalam artian menganggur, tiada kegiatan yang ia perbuat, waktunya yang berlalu begitu saja tanpa hasil positif. Kosong dalam artian kosong dari iman dan takwa, jikalau jiwa telah kosong dari iman maka bagaikan mobil tanpa rem, bagaikan kuda tanpa kendali ia akan berlari kencang menabrak segala sesuatu di depannya walaupun jurang sekalipun ia akan terjang.
Justru orang pandai ia selalu merindukan kesibukan, hidupnya terasa sepi tanpa aktifitas yang menyibukannya, jikalau sekarang tidak ada kesibukan ia akan mencari kesibukan atau bahkan ia akan memunculkan kesibukan untuk orang lain –benar nggak ya?.. –
Jangan sampai jiwamu yang masih muda dilanda kekosongan –iman, takwa, kredibilitas, loyalitas-. Cari dan carilah kesibukan yang berguna bagimu, karena setiap kesibukan pasti ada hikmah dan faedah yang akan engkau tuai.
Wednesday, April 21, 2010
Menjadi Manusia Solusi
Setiap manusia yang
hidup normal pasti memiliki problema kehidupan, baik itu dalam skala berat
atapun ringan. Setiap problema tersebut kadangkala berimplikasi terhadapa
kestabilan psikologisnya, makanya tidak jarang kita melihat orang yang linlung,
stress kadang sampai sakit jiwa karena problema yang ia hadapi terlalu berat
baginya, akan tetapi pada hakekatnya problema yang dihadapi tidak lain hanya
untuk mendidik manusia. Melalui berbagai macam problema tersebut kedewasaan
seseorang akan terbentuk, sifat mandiri akan tertanam dalam dirinya, begitu
juga sifat berusaha dan tabah akan semakin melekat kuat dalam batinnya. Semua
sudah ditakdirkan olehNya sang maha pemberi takdir.
Nah, sekarang
permasalahannya bukannya lari dari suatu problem, tapi bagaimana caranya kita
mencari solusi dari problema tersebut. Orang dewasa adalah orang yang mampu
menemukan solusi dari problema yang ia hadapi tanpa harus mengeluh dan pasrah
bahkan lari dari problema tersebut, justru orang yang lari dari problema adalah
orang pengecut, pecundang yang berjiwa kerdil. Sesungguhnya dari setiap
problema pasti terdapat solusinya. Apabila kita telah menemukan solusi dan
mampu melewati problema tersebut, niscaya kedewasaan kita akan bertambah. Masih
ingat pepatah “semakin tinggi pohon semakin besar pula angin yang menerpanya”
begitulah ibarat kehidupan manusia, semakin tua ia semakin besar pula problema
yang akan ia hadapi karena dengan bertambahnya usia manusia akan menemui hajad
kehidupan yang lebih kompleks. Lantas apakah usia itu memperngaruhi kedewasaan?
Apakah kedewasaan seseorang dapat dipengaruhi oleh lingkungan? Apa penyebabnya
dan bagaimana kondisi riilnya?
Dengan beriringnya laju umur yang tidak terhentikan, dengan sendirinya manusia
akan terus berusaha untuk hidup mandiri karena itu memang sudah menjadi
tuntutan olehnya. Dari sifat kemandirian tersebut akan terlahir jiwa yang
dewasa yaitu dewasa dalam artian tidak menggantungkan hidupnya kepada orang
lain, dewasa dalam artian dapat menghadapi setiap problema kehidupannya dengan
penuh kematangan atas sebab dan akibatnya.
Faktor umur tidak
selamanya bisa digunakan untuk mengukur kedewasaan seseorang, banyak anak muda
yang masih berusia belasan tahun tapi sudah Nampak aura kedewasaannya, begitu
pula banyak orang tua yang masih berperilaku kekanak-kanakan, kekanak-kanakan
dalam hal menghadapi problema kehidupannya, ia masih sering memaki, menyalahkan
dan menghakimi orang yang membuat kesalahan. Ketika kita mendapati suatu
problema yang terjadi pada diri seseorang kita bukanlah bertindak menghakimi,
menghardik, memarahi atau mengkerdilkan jiwanya, justru disinilah kesempatan
kita sebagai orang yang dewasa untuk menjadi manusia pembawa solusi bukan
pencari solusi.
Pernah penulis dapati,
ketika terjadi misunderstand antar tim dalam suatu kepanitiaan, sang ketua
hanya bisa mengungkit-ungkit, memarahi, menyepelekan bahkan mengkerdilkan
mental anggota timnya hanya karena kesalahan yang diperbuatnya, tindakan
semacam ini bukanlah mencerminkan jiwa pemimpin yang dewasa, pemimpin berjiwa
dewasa ialah ia yang mampu meredam permasalahan dan memberikan solusi yang
terbaik. Solusi memang tidak datang sesaat ketika terjadi suatu problema, bisa
jadi solusi akan datang setelah beberapa waktu kemudian. Jadi bukan manjadi aib
bagi para pemimpin ketika dimintai solusi ia mengatakan belum tau solusinya,
karena pemimpin juga manusia biasa, bukan malaikat.
Semoga kita dapat
termasuk dari golongan manusia yang mampu menjadi solusi bagi problema orang
lain. Tidak mengapa aku manjadi tong sampah –tempat curhat- untuk problematika
yang dihadapi orang lain. Smoga bermanfaat, hidup ini bukan hanya untukku,
milikku tapi juga untukmu dan milikmu.
Saturday, April 10, 2010
Menyelam di lautan ilmu
Kehidupan manusia yang dinamis menuntut setiap pribadi untuk selalu bergerak dengan progresif. Karena tuntutan inilah secara general manusia mencari jati diri atau hakekat yang tersimpan dari dirinya, termasuk status agama.
Selama proses pencarian jati diri itulah manusia berusaha berfikir dan terus mencari apa yang sebenarnya tersimpan dalam jiwanya, man arafa nafsahu 'arafa rabbahu -barang siapa yang mengetahui dirinya maka ia akan mengetahui tuhannya-. maka untuk mencari jati diri perlu dilandaskan pemikiran atas asas aqidah yang murni.
Selama proses pencarian jati diri itulah manusia berusaha berfikir dan terus mencari apa yang sebenarnya tersimpan dalam jiwanya, man arafa nafsahu 'arafa rabbahu -barang siapa yang mengetahui dirinya maka ia akan mengetahui tuhannya-. maka untuk mencari jati diri perlu dilandaskan pemikiran atas asas aqidah yang murni.
Wednesday, March 24, 2010
Pikiran buntu ketika menulis?
"The pen is sword" pena adalah pedang begitulah semboyan sang jurnalis yang dalam sehari-harinya disibukan dengan kegiatan tulis menulis, entah nulis apa saja yang ada dalam benak mereka. tidak sedikit banyak penulis yang pada mulanya tidak memiliki background pendidikan jurnalistik tapi mereka mampu menorehkan tinta emas yang hingga kini masih kita rasakan hasil kreasi mereka.
Sebagai contoh ulama' muslim terdahulu, seperti Ibnu Taimiah, Ibnu Ajrum yang terkenal dengan karyanya Nadm Al-Ajrumiah dan masih banyak tokoh muslim yang lainnya. Sekarang mereka semua sudah meninggalkan alam yang nyata ini menuju pangkuan Allah swt. Mereka sudah mewariskan kepada kita tinta emas bahkan muara ilmu yang tak akan berhenti kucuran ilmunya, walaupun sudah tiada lagi penulisnya. Begitulah indahnya ulama walaupun wujudnya sudah tiada tapi nama dan jasanya masih kian dikenang selamanya. So bagaimanakah dengan kita generasi 2010? sudahkah kita mencoba untuk memberikan sesuatu untuk orang-orang setelah kita? sudahkan kita berjasa untuk agama ini? apa kontribusi kita sebagai seorang muslim untuk Islam?
Sebagai contoh ulama' muslim terdahulu, seperti Ibnu Taimiah, Ibnu Ajrum yang terkenal dengan karyanya Nadm Al-Ajrumiah dan masih banyak tokoh muslim yang lainnya. Sekarang mereka semua sudah meninggalkan alam yang nyata ini menuju pangkuan Allah swt. Mereka sudah mewariskan kepada kita tinta emas bahkan muara ilmu yang tak akan berhenti kucuran ilmunya, walaupun sudah tiada lagi penulisnya. Begitulah indahnya ulama walaupun wujudnya sudah tiada tapi nama dan jasanya masih kian dikenang selamanya. So bagaimanakah dengan kita generasi 2010? sudahkah kita mencoba untuk memberikan sesuatu untuk orang-orang setelah kita? sudahkan kita berjasa untuk agama ini? apa kontribusi kita sebagai seorang muslim untuk Islam?
Sunday, February 7, 2010
Hidup adalah Perubahan
Manusia memang diciptakan untuk selalu bergerak, karena pergerakan menandakan akan sebuah kehidupan. hidup yang selalu bergerak dinamis akan menimbulkan berbagai macam perubahan, karena perubahan itu adalah wujud dari suatu pergerakan.
Sebuah gerakan akan menjadi besar apabila dimulai dari langkah pertama, seorang yang akan bepergian jauh pasti akan mengayungkan kakinya untuk melangkah, begitu halnya dengan orang yang ingin maju merubah kehidupannya menjadi lebih baik dari sekarang hendaknya harus memulai perubahan dengan wujud suatu usaha pergerakan menuju yang lebih baik, akan tetapi sayangnya suatu permulaan itu nampak sangat susah dan berat, karena merubah kebiasan yang lama menuju kebiasaan yang baru.
Sebuah gerakan akan menjadi besar apabila dimulai dari langkah pertama, seorang yang akan bepergian jauh pasti akan mengayungkan kakinya untuk melangkah, begitu halnya dengan orang yang ingin maju merubah kehidupannya menjadi lebih baik dari sekarang hendaknya harus memulai perubahan dengan wujud suatu usaha pergerakan menuju yang lebih baik, akan tetapi sayangnya suatu permulaan itu nampak sangat susah dan berat, karena merubah kebiasan yang lama menuju kebiasaan yang baru.

